Rabu, 28 Oktober 2009

Gula + pembasmi gulma = potensi sumber energi bersih

Provo Daily Herald (Voice of America ,Digital Journal Edmunds 'Green Car Advisor)

Para peneliti di Universitas Brigham Young (BYU) belum lama ini telah mengembangkan sebuah sel bahan bakar – yang pada dasarnya adalah baterai dengan tangki gas - yang memanen energi listrik dari glukosa dan gula lain yang dikenal sebagai karbohidrat.

Tubuh manusia lebih menyukai sumber energi yang pada suatu hari nanti bisa memasok peralatan listrik, mobil atau rumah.

"Karbohidrat sangat kaya energi," kata profesor kimia BYU Gerald Watt. "Yang kami butuhkan adalah sebuah katalis yang akan mengekstrak elektron dari glukosa dan mentransfernya ke elektroda."

Solusi yang mengejutkan ternyata adalah berkat adanya gulma pembunuh yang umum kita kenal, seperti yang dilaporkan oleh Watt dan rekan-rekannya dalam Journal of The Electrochemical Society terbitan Oktober. Watt berbagi temuannya yang mengagumkan tersebut mengikuti nama besar paman buyutnya yaitu James Watt, seorang penemu mesin uap.

Efektivitas dari herbisida yang murah dan berlimpah ini adalah sesuatu yang menguntungkan karbohidrat yang berbasis sel bahan bakar. Sebaliknya, hidrogen berbasis sel bahan bakar seperti yang dikembangkan oleh General Motors membutuhkan bahan platinum yang mahal sebagai katalisnya.

Langkah berikutnya untuk tim BYU adalah meningkatkan daya listriknya melalui penyempurnaan desain.

Hasil penelitian melaporkan suatu percobaan yang menghasilkan tingkat konversi 29 persen, atau transformasi 7 dari 24 elektron yang tersedia per molekul glukosa.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Anda dapat memperoleh lebih banyak glukosa daripada orang lain yang telah melakukan sebelumnya," kata Dean Wheeler, penulis makalah dari fakultas dan profesor teknik kimia di Universitas Enjiniring dan Teknologi “Brigham Young's Fulton College” "Sekarang kami sedang berusaha untuk mendapatkan daya kepadatan yang lebih tinggi sehingga teknologinya secara komersial akan lebih menarik."

Sejak mereka menulis makalah, kinerja prototype penelitian mereka telah mencapai dua kali lipat lebih tinggi.

Sumber berita dari BYU News

Selasa, 27 Oktober 2009

$560,- BILLION Solar Poject- Biggest Ever

The sun is coming out. And Europe isn’t waiting any longer. Some of the biggest businesses in Europe are ready to invest in the largest solar energy project in the world. They are looking to create a “solar energy belt” in the Middle East and North Africa.

How will the energy get to Europe? It will go through huge “super grids” under the Mediterranean Sea. Has this kind of thing happened before? Siemens CEO, Peter Löscher, says: “A few years ago we connected Tasmania with the Australian continent. And from 2011 there will be a 250-kilometer undersea cable supplying Majorca with electricity from the Spanish mainland. For us, this kind of thing is now part of our core business.”

Read more of this story »

Senin, 26 Oktober 2009

Underwater Kite Harnesses Ocean Energy

A completely new concept of underwater wave energy using a simple 7 ton kite turbine design has been developed by Minesto; which is a spinoff from the Swedish military and aircraft design firm Saab. The Deep Green underwater turbine captures the power of the ocean just like a kite in wind.

The system could generate 18 terawatthours of energy annually, enough to provide nearly 4 million British households with reliably green electricity every year. UK households now use about a third of what average US households use in energy.

Read the rest of this entry »

Kamis, 22 Oktober 2009

'Green' Light Bulbs Pack Toxic Ingredient

Highly efficient fluorescent light bulbs are widely touted as environmentally friendly, but they have created a recycling headache for the EPA and local governments. More often than not, their toxic ingredients simply end up in landfills, where the chemicals can leach into soil and water and poison fish and other wildlife.

The bulbs contain mercury and should not be tossed in the trash like regular light bulbs.

“They’re very efficient, but once they’re used up they become a ticking toxic time bomb," said Leonard Robinson, chief deputy director of the California Department of Toxic Substances Control. "They need to be captured and recycled."

The bulbs remain a good choice for the environmentally conscious, however, because the amount of mercury they contain is less than what is generated in the production of the extra electricity required to light an incandescent bulb.

See More Details

Rabu, 21 Oktober 2009

Cina Bangun PLTS Terbesar Dunia Hasilkan 2 GW

Akhir Desember tahun 2008 lalu, Cina merencanakan membangun pembangkit listrik tenaga surya dari photovoltaic (PV) berkapasitas 1 GW, yang merupakan pembangkit listrik sel surya terbesar di dunia. Hanya saja beberapa waktu kemudian Amerika Serikat mengumumkan untuk membangun 1,3 GW. Gelar pun berpindah.

Tampaknya Cina tidak rela jika gelar sebagai negara dengan pembangkit listrik tenaga surya yang berbasi photovoltaic (PV) berpindah ke negara lain. Sebuah pembangkit yang kelak akan menghasilkan 2GW tengah direncanakan pemerintah Cina dan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia untuk saat ini.

Baca selengkapnya

Selasa, 20 Oktober 2009

Invention Captures Carbon Dioxide Emissions

Submitted by LiveScience Staff
posted: 21 September 2009 11:14 am ET

Researchers have shown the benefits of a new approach toward eliminating carbon-dioxide emissions at coal-burning power plants.

The system, called pressurized oxy-fuel combustion, separates the carbon-dioxide emissions produced by the burning of coal, in the form of a concentrated, pressurized liquid stream, from other emissions. This allows for carbon dioxide sequestration.

That means, in theory, the liquid CO2 stream could be injected into geological formations deep enough to prevent their escape into the atmosphere, a process other researchers say could work as a way to store the carbon for eons, thereby keeping it out of the atmosphere.

A paper describing the research, led by Ahmed Ghoniem at MIT, was published in August in the journal Energy. The Italian energy company ENEL, the sponsor of the research, plans to build a pilot plant in Italy using the technology in the next few years.

(Read full story at MIT )

Build it Green

Trees, in a word, rock. They absorb heat-trapping carbon dioxide, hold soil together to prevent landslides, and provide a rich habitat for diverse plants and animals. Choose furniture made from eco-friendly sources such as sustainably managed forests, bamboo, and reclaimed wood. Buying vintage wherever possible, rather than adding something new into the waste stream, is always in style. Also, look for furniture that is durable and likely long-lived-you'll save money on replacements in the future and prevent more wasted materials from winding up in the landfill. And, if for some reason, that dresser or dining table no longer suits your needs, something in fine shape will always have takers via Craig's List, eBay, or Freecycle.
(Read full story)

Selasa, 13 Oktober 2009

Kolam Surya untuk Pembangkit Listrik

Kamis, 8 Oktober, 2009 oleh Andrianto Handojo

Kita tentu pernah merasakan panasnya aspal atau pelataran beton ketika memijakkan kaki telanjang pada saat matahari terik, dan tahu bahwa panas berasal dari pancaran matahari. Tetapi mungkin belum tahu, apakah dapat memanfaatkan panas tersebut untuk menyediakan energi? Pasti akan berguna, bukankah tenaga sang surya itu gratis kita terima?

(Baca selanjutnya di ....)

Kamis, 08 Oktober 2009

MEWT menghasilkan daya listrik 50% lebih besar dibanding turbin angin konvensional

Planethijau.com -- Senin, 04 Februari 2008

Teknologi turbin angin tidak banyak berubah selama beberapa dekade, dari segi bentuk maupun maupun prinsip kerjanya. Tidak salah jika seseorang mendengar frasa ''turbin angin'', maka yang ada di benaknya adalah kincir angin kayu seperti yang banyak terdapat di Belanda. Tetapi apa yang dipatenkan oleh FloDesign Wind Turbine Corporation adalah sesuatu yang baru.
(lihat selengkapnya di....)

Jumat, 02 Oktober 2009

Gmail - Environmental, Health & Safety - leonidas1558@gmail.com

China will likely make a breakthrough in developing gas hydrates, which Scientists estimate can provide the equivalent of 35 billion tons of crude oil in energy, enough for consumption for 90 years in China, whereas the deposits in Qinghai Province alone make up one quarter. The hydrate, which is also known as combustible ice, is a solid matter formed by water and natural gas under high-pressure and low-temperature conditions. It is considered the new energy with the largest deposit in the world.

It is estimated that the world's deposits of gas hydrates are 50 times that of natural gas. The discovery of this new energy has brought hopes to the mankind suffering from energy crisis.
Gmail - Environmental, Health & Safety - leonidas1558@gmail.com

Kamis, 01 Oktober 2009

Artikel - Lentera surya tingkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan India

Di India, energi surya ternyata bisa meningkatkan taraf hidup dan sosial masyarakat di pedesaan-pedesaan yang tidak terjangkau listrik. Setidaknya demikian yang dilaporkan Professor Govindasamy Agoramoorthy dari Tajen University dan Dr. Minna Hsu dari National Sun Yat-sen University di Taiwan, di jurnal Human Ecology setelah melakukan penelitian terhadap keluarga-keluarga yang mendapatkan lentera surya dari Sadguru Foundation.
Artikel - Lentera surya tingkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan India

Artikel - Air Limbah Sebagai Bahan Bakar Fuel Cell

"Berawal dari seminar teknologi fuel cell yang baru saja diikutinya, Gerardine Botte, seorang associate profesor teknik kimia dan biomolekuler di Russ College of Engineering and Technology, mendapatkan ide untuk menghasilkan hidrogen dengan metode elektrolisa air. Meski metode yang digunakan masih menggunakan elektrolisa, tetapi Botte membawanya selangkah lebih maju."
Artikel - Air Limbah Sebagai Bahan Bakar Fuel Cell:

Artikel - Greenwheel : inovasi sepeda ala MIT

Untuk menjadi "hijau" bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mengendarai sepeda kemanapun Anda bepergian, baik ke tempat kerja, ke kampus, ataupun hanya sekedar menghabiskan waktu luang sekaligus berolah raga.
Artikel - Greenwheel : inovasi sepeda ala MIT

AEoogle Search